PEMECAHAN
MASALAH MENGGUNAKAN SIKLUS PDCA
DI
SUSUN OLEH :
1.
NOVIA
YUNITA S. (11.14.)
2.
IMANIAR
TRI H. (11.14.)
3.
FRISCA
SANDRA D. (11.14.1007)
AKADEMI
KEBIDANAN GRIYA HUSADA
SURABAYA
2013
Kata
Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
atas hidayah dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah Mutu Pelayanan
Kebidanan, yang disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah Mutu Pelayanan
Kebidanan
Oleh sebab itu penulis mengucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu sampai terselesaikannya penyusunan
makalah ini.Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
- Ibu Sugiarti, SKM.,M.Kes, Selaku Direktur Akademi Kebidanan Griya
Husada.
- Ibu Henny Juaria,M.Kes, selaku
dosen pembimbing mata kuliah Mutu Pelayanan Kebidanan
Harapan penulis semoga makalah ini berguna
bagi mahasiswi AKBID GRIYA HUSADA pada umumnya, dan bagi penulis sendiri dalam
membekali diri sebagai seorang bidan. Penulis menyadari bahwa penyusunan
makalah ini banyak kekurangan dan kekeliruan. Untuk itu penulis mengharapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak.
.
Surabaya, 7 Oktober 2013
Penulis
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu
hamil yang ditandai dengan lingkar lengan atas <
23,5 cm adalah salah satu masalah gizi nasional
yang selalu mendapat prioritas atau perhatian karena selain prevalensinya masih
tinggi dan bersifat fenomena gunung es (ice hild fenomena) juga memberikan
dampak tingginya prevalensi bayi lahir rendah, bayi lahir premature
(tidak cukup bulan), bahkan mengakibatkan tingginya kematian
neonatal, neonatal dan kematian ibu, sedangkan bayi berat badan
lahir rendah.
Menurut data WHO, sebanyak 99 persen
kematian ibu akibat masalah persalinan atau kelahiran terjadi di negara-negara
berkembang. Rasio kematian ibu di negara-negara berkembang merupakan yang
tertinggi dengan 450 kematian ibu per 100 ribu kelahiran bayi hidup jika
dibandingkan dengan rasio kematian ibu di sembilan negara maju dan 51 negara
persemakmuran.
(WHO,
2011)
Disparitas kematian ibu antar wilayah di
Indonesia masih cukup besar dan masih relatif labstraction. abstraction.
Lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara anggota ASEAN misalnya
resiko kematian ibu karena melahirkan di Indonesia adalah 1 dari 65,
dibandingkan dengan 1 dari 1.100 di Thailand. Pada tahun 2002 angka kematian
ibu (AKI) di Indonesia angka 307 per 100.000 kelahiran hidup. Dari lima juta
kelahiran yang terjadi di Indonesia setiap tahunnya, diperkirakan 20.000 ibu
meninggal akibat komplikasi kehamilan atau persalinan. (Yulia, 2009)
Di Indonesia banyak terjadi kasus KEK
(Kekurangan Energi Kronis) terutama yang kemungkinan disebabkan karena adanya
ketidak seimbangan asupan gizi, sehingga zat gizi yang dibutuhkan tubuh tidak
tercukupi. Hal tersebut mengakibatkan pertumbuhan tubuh baik fisik ataupun
mental tidak sempurna seperti yang seharusnya. Banyak anak yang bertubuh sangat
kurus akibat kekurangan gizi atau sering disebut gizi buruk. Jika sudah terlalu
lama maka akan terjadi Kekurangan Energi Kronik (KEK). Hal tersebut sangat
memprihatinkan, mengingat Indonesia adalah negara yang kaya akan SDA (sumber
daya alam).
(Chinue, 2009)
Berdasarkan data sekunder yang
diperoleh dari Puskesmas Dukuh Pakis Surabaya. Yang menderita KEK pada ibu
hamil terdapat sebanyak 134 orang pada tahun 2011 dan kemudian pada tahun 2012
mulai bulan januari sampai bulan maret sebanyak 50 orang jadi jumlah
keseluruhan sebanyak 184 orang.
(Puskesmas
Dukuh Pakis 2011)
Berdasarkan
uraian di atas penelliti sangat tertarik untuk meneliti penyebab terjadinya KEK
pada ibu hamil dan merencanakan cara mengatasi KEK pada ibu hamil terutama pada
ibu hamil trimester I dan II.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah
dikemukakan sebagai berikut:
a. Bagaimana
konsep dasar PDCA ?
b. Bagaimana
cara menanggulangi kasus KEK pada ibu hamil di wilayah Dukuh Pakis Surabaya?
1.3 Tujuan Penelitian
a. Mengetahui
konsep dasar PDCA
b. Mengetahui
cara menanggulangi kasus KEK pada ibu hamil di wilayah Dukuh Pakis Surabaya.
BAB
2
PEMBAHASAN
2.1 Konsep
Dasar PDCA
Konsep siklus PDCA pertama kali
diperkenalkan oleh Walter Shewhart pada tahun 1930 yang disebut dengan
“Shewhart cycle“. PDCA, singkatan bahasa Inggris dari "Plan, Do, Check,
Act" ("Rencanakan, Kerjakan, Cek, Tindak lanjuti"), adalah suatu
proses pemecahan masalah empat langkah interatif yang umum digunakan dalam
pengendalian kualitas. Selanjutnya konsep ini dikembangkan oleh Dr. Walter
Edwards Deming yang kemudian dikenal dengan ” The Deming Wheel”(Tjitro, 2009)
PDCA
merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari perencanaan kerja, pelaksanaan
kerja, pengawasan kerja dan perbaikan kerja yang dilakukan terus menerus dan
berkesinambungan mutu pelayanan. Siklus PDCA digunakan dalam pelayanan
kesehatan untuk penyelesaian masalah dalam rangka peningkatan mutu pelayanan
kesehatan. Secara sederhana siklus PDCA dapat digambarkan sebagai berikut :
Siklus
PDCA terdiri dari empat tahapan,
yaitu:
1. Perencanaan ( Plan )
Tahapan
pertama adalah membuat suatu perencanaan. Perencanaan merupakan suatu upaya
menjabarkan cara penyelesaian masalah yang ditetapkan ke dalam unsur-unsur
rencana yang lengkap serta saling terkait dan terpadu sehingga dapat dipakaisebagai
pedoman dalam melaksanaan cara penyelesaian masalah. Hasil akhir yang dicapai
dari perencanaan adalah tersusunnya rencana kerja penyelesaian masalah mutu
yang akan diselenggarakan.
Rencana
kerja penyelesaian masalah mutu yang baik mengandung setidak-tidaknya tujuh
unsur rencana yaitu:
a
Judul rencana kerja (topic),
b Pernyataan
tentang macam dan besarnya masalah mutu yang dihadapi (problem statement),
c
Rumusan tujuan umum dan tujuan khusus,
lengkap dengan target yang ingin dicapai (goal, objective, and target),
d
Kegiatan yang akan dilakukan (activities),
e
Organisasi dan susunan personalia pelaksana
(organization and personnels)
f
Biaya yang diperlukan (budget)
g
Tolak ukur keberhasilan yang dipergunakan
(milestone).
2.
Pelaksanaan ( Do )
Tahapan
kedua yang dilakukan ialah melaksanakan rencana yang telah
disusun. Pada tahap ini diperlukan suatu kerjasama dari para anggota
dan pimpinan manajerial. Untuk dapat mencapai kerjasama yang baik, diperlukan
keterampilan pokok manajerial, yaitu :
a
Keterampilan komunikasi (communication) untuk
menimbulkan pengertian staf terhadap cara pentelesaian mutu yang akan
dilaksanakan
b
Keterampilan motivasi (motivation) untuk
mendorong staf bersedia menyelesaikan cara penyelesaian masalah mutu yang telah
direncanakan
c
Keterampilan kepemimpinan (leadershif) untuk
mengkordinasikan kegiatan cara penyelesaian masalah mutu yang dilaksanakan
d
Keterampilan pengarahan (directing) untuk
mengarahkan kegiatan yang dilaksanakan.
3.
Pemeriksaan ( Check )
Tahapan
ketiga yang dilakukan ialah secara berkala memeriksa kemajuan dan hasil yang
dicapai dan pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan. Tujuan dari pemeriksaan
untuk mengetahui :
a
Sampai seberapa jauh pelaksanaan cara
penyelesaian masalahnya telah sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan
b
Bagian mana kegiatan yang berjalan baik dan
bagian mana yang belum berjalan dengan baik
c
Apakah sumberdaya yang dibutuhkan masih cukup
tersedia
d
Apakah cara penyelesaian masalah yang sedang
dilakukan memerlukan perbaikan
Untuk
dapat memeriksa pelaksanaan cara penyelesaian masalah, ada dua alat bantu yang
sering dipergunakan yakni:
a
Lembaran pemeriksaan (check list)
Lembar pemeriksaan adalah
suatu formulir yang digunakan untuk mencatat secara periodik setiap
penyimpangan yang terjadi. Langkah pembuatan lembar pemeriksan adalah:
·
Tetapkan jenis penyimpangan yang diamati
·
Tetapkan jangka waktu pengamatan
·
Lakukan perhitungan penyimpangan
b
Peta kontrol (control diagram)
Peta kontrol adalahsuatu
peta / grafik yang mengambarkan besarnya penyimpangan yang terjadi dalam kurun
waktu tertentu. Peta kontrok dibuat bedasarkan lembar pemeriksaan.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam pembuatan peta kontrol adalah :
·
Tetapkan garis penyimpangan minimum dan
maksimum
·
Tentukan prosentase penyimpangan
·
Buat grafik penyimpangan
·
Nilai grafik
4. Perbaikan (Action)
Tahapan
keempat yang dilakukan adalah melaksanaan perbaikan rencana kerja. Lakukanlah
penyempurnaan rencana kerja atau bila perlu mempertimbangkan pemilihan dengan
cara penyelesaian masalah lain. Untuk selanjutnya rencana kerja yang telah
diperbaiki tersebut dilaksanakan kembali. Jangan lupa untuk memantau kemajuan
serta hasil yang dicapai. Untuk kemudian tergantung dari kemajuan serta hasil
tersebut, laksanakan tindakan yang sesuai.
Cara
melakukan penilaian mutu pelayanan kebidanan
1.
Lihat daftar tilik
daftar tilik adalah suatu
instrumen yang digunakan untuk mengukur sampai seberapa jauh pelayanan sesuai
atau tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Berisi daftar kelengkapan
sarana, pra sarana, pengetahuan, kompetensi teknis, persepsi klien, dsb.
2.
Lihat sasaran penilaian
a
Observasi : mengamati pada saat pelayanan
Observasi: suatu
penyelidikan yg dijalankan secara sistematis & sengaja diadakan dgn
menggunakan alat indra terutama mata terhadap kejadian-kejadian yg langsung
(Bimo Walgito, 1987:54)
ü dilakukan
sesuai dgn tujuan yg telah dirumuskan lebih dulu.
ü direncanakan
secara sistematis.
ü hasilnya
dicatat & diolah sesuai dgn tujuannya.
ü dpt
diperiksa validitas, reliabilitas & ketelitiannya
ü bersifat
kwantitatif.
b
Wawancara : dengan diskusi, tanya jawab, cek
pemahaman
Kartono (1980: 171)
interview (wawancara) : suatu percakapan yg diarahkan pd suatu masalah ttt; ini
merupakan proses tanya jawab lisan, dimana 2 orang atau lebih berhadap-hadapan
secara fisik.
Dlm proses interview
terdapat 2 pihak dgn kedudukan yg berbeda. pertama berfungsi sebagai penanya,
disebut pula sebagai interviewer, lainnya berfungsi sebagai pemberi informasi
(Information supplyer), interviewer atau informan.
Interviewer mengajukan
pertanyaan-pertanyaan, meminta keterangan (penjelasan), sambil menilai
jawaban-jawabannya. Sekaligus ia mengadakan paraphrase (menyatakan kembali isi
jawaban interviewee dgn kata-kata lain), mengingat-ingat & mencatat
jawaban-jawaban. Disamping itu dia juga menggali keterangan-keterangan lebih
lanjut & berusaha melakukan “probing” (rangsangan, dorongan) .
c
Dokumen : sebuah tulisan yg memuat informasi.
Biasanya, dokumen ditulis di kertas & informasinya ditulis memakai tinta
baik memakai tangan atau memakai media elektronik. melihat kelengkapan dokumen
rekam medik, register, buku catatan.
2.2
Konsep Dasar KEK
Empat masalah gizi utama
di Indonesia yaitu Kekurangan Energi Kronik (KEK), Gangguan Akibat Kekurangan
Yodium (GAKY), Kekurangan Vitamin A (KVA), dan Anemia Gizi Besi (AGB). Salah
satu golongan rawan gizi yang menjadi sasaran program adalah remaja, karena
biasanya pada remaja sering terjadi masalah anemia, defisiensi besi dan
kelebihan atau kekurangan berat badan. Tahun 2004 37% balita (bawah lima
tahun/bayi) kekurangan berat badan (28% kekurangan berat badan sedang dan 9%
kekurangan berat badan akut (a llitle beat confused about it) (sumber Susenas
2004). Pemerintah mempunyai program makanan tambahan sehingga perempuan dan
anak-anak yang terdeteksi memiliki berat badan kurang akan diberi makanan
tambahan dan saran ketika mereka dating ke puskesmas untuk memantau
pertumbuhan.
Di Indonesia banyak
terjadi kasus KEK (Kekurangan Energi Kronis) terutama yang kemungkinan disebabkan
karena adanya ketidak seimbangan asupan gizi, sehingga zat gizi yang dibutuhkan
tubuh tidak tercukupi. Hal tersebut mengakibatkan perumbuhan tubuh baik fisik
ataupun mental tidak sempurna seperti yang seharusnya. Banyak anak yang
bertubuh sangat kurus akibat kekurangan gizi atau sering disebut gizi buruk.
Jika sudah terlalu lama maka akan terjadi Kekurangan Energi Kronik (KEK). Hal
tersebut sangat memprihatinkan, mengingat Indonesia adalah negara yang kaya
akan SDA (Sumber Daya Alam).
Dengan alasan itulah
penulis memilih judul makalah “Fenomena Kekurangan Energi Kronis (KEK) di
Indonesia”. Dan juga agar lebih mengetahui fenomena KEK itu sendiri juga dapat
mencegah terjangkitnya gangguan gizi tersebut.
2.3 Penerapan pendekatan PDCA pada Penyuluhan KEK
pada Ibu Hamil
2.3.1
PLAN
1.
Judul
Rencana
Upaya untuk menangani masalah KEK
pada ibu hamil di Puskesmas Dukuh Pakis
2.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan uraian diatas rumusan
masalah dikemukakan sebagai berikut:
a. Apa
yang di maksud dengan KEK ?
b. Siapa
saja yang menjadi sasaran penyuluhan KEK ini ?
c. Dimana
penyuluhan tentang KEK ini dilakukan ?
d. Bagaimana
upaya yang dilakukan untuk menangani masalah KEK tersebut?
3.
Tujuan
Penelitian
Mengetahui cara menanggulangi kasus KEK pada ibu
hamil di wilayah Dukuh Pakis Surabaya.
4.
Uraian Kegiatan
1.
Pengukuran Antropometri pada ibu hamil.
Untuk
mengetahui status gizi ibu hamil perlu dilakukan pengukuran antropometri
seperti pengukuran LILA, BB, TB, dan IMT.
2.
Penyuluhan mengenai KEK dan faktor yang
mempengaruhinya serta bagaimana menanggulanginya.
3. PMT pada Bumil
3. PMT pada Bumil
Kondisi
KEK pada ibu hamil harus segera di tindak lanjuti sebelum usia kehamilan
mencapai 16 minggu. Pemberian makanan tambahan yang Tinggi Kalori dan Tinggi Protein
dan dipadukan dengan penerapan Porsi Kecil tapi Sering, pada faktanya memang
berhasil menekan angka kejadian BBLR di Indonesia. Penambahan 200 – 450 Kalori
dan 12 – 20 gram protein dari kebutuhan ibu adalah angka yang mencukupi untuk
memenuhi kebutuhan gizi janin.
4. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi tablet Fe selama hamil.
Kebutuhan bumil terhadap energi, vitamin maupun mineral meningkat sesuai dengan perubahan fisiologis ibu terutama pada akhir trimester kedua dimana terjadi proses hemodelusi yang menyebabkan terjadinya peningkatan volume darah dan mempengaruhi konsentrasi hemoglobin darah.
Pada keadaan normal hal tersebut dapat diatasi dengan pemberian tablet besi, akan tetapi pada keadaan gizi kurang bukan saja membutuhkan suplemen energi juga membutuhkan suplemen vitamin dan zat besi. Keperluan yang meningkat pada masa kehamilan, rendahnya asupan protein hewani serta tingginya konsumsi serat / kandungan fitat dari tumbuh-tumbuhan serta protein nabati merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya anemia besi.
4. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi tablet Fe selama hamil.
Kebutuhan bumil terhadap energi, vitamin maupun mineral meningkat sesuai dengan perubahan fisiologis ibu terutama pada akhir trimester kedua dimana terjadi proses hemodelusi yang menyebabkan terjadinya peningkatan volume darah dan mempengaruhi konsentrasi hemoglobin darah.
Pada keadaan normal hal tersebut dapat diatasi dengan pemberian tablet besi, akan tetapi pada keadaan gizi kurang bukan saja membutuhkan suplemen energi juga membutuhkan suplemen vitamin dan zat besi. Keperluan yang meningkat pada masa kehamilan, rendahnya asupan protein hewani serta tingginya konsumsi serat / kandungan fitat dari tumbuh-tumbuhan serta protein nabati merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya anemia besi.
5.
Kriteria
1.
Kenaikan LILA ibu hamil
LILA dimaksudkan untuk mengetahui apakah
seseorang menderita Kurang Energi Kronis. Ambang batas LILA WUS dengan risiko
KEK di Indonesia adalah 23.5 cm. Apabila ukuran kurang dari 23.5 cm atau
dibagian merah pita LILA, artinya wanita tersebut mempunyai risiko KEK, dan
diperkirakan akan melahirkan berat bayi lahir rendah
2. Kenaikan BB ibu hamil
Dengan berbekal beberapa rumus ideal tentang
berat badan, saya (penulis) dapat kembangkan menjadi rumus berat badan ideal
untuk ibu hamil yaitu sebagai berikut : Dimana penjelasannya adalah BBIH adalah
Berat Badan Ideal Ibu Hamil yang akan dicari. BBI = ( TB – 110) jika TB diatas
160 cm (TB – 105 ) jika TB dibawah 160 cm.
6.
Waktu
Rencana
|
Bulan Oktober
|
|||
1
|
2
|
3
|
4
|
|
1.Melakukan pemeriksaan pada ibu hamil, memberikan
penyuluhan tentang gizi pada ibu hamil dan memberikan tablet Fe pada ibu
hamil
|
||||
2. Mengevaluasi kembali tentang penyuluhan yang diberikan
dan gizi ibu hamil.
|
||||
3. Mencari penyebab ibu hamil yang tidak mengalami kenaikan
BB
|
||||
4. Memberikan tablet Fe dan susu pada ibu hamil juga
menyepakati untuk melakukan kunjungan sesuai jadwal.
|
||||
7. Pelaksana
Susunan Organisasi
Bidan
1: imaniar bidan 2:friska bidan 3:novia
Fungsi
masing – masing organisasi
Kepala
puskesmas : penanggung jawab terlaksananya kegiatan
Kepala
desa : bertanggung jawab untuk mengumpulkan ibu hamil daerah dukuh pakis dengan
bantuan kepala RT 1,2,3
Pelaksana
:
1.
Bidan Imaniar
2.
Bidan Friska
3.
Bidan Novia
8.
Uraian Biaya
|
2.3.2
DO
:
Tgl
|
Uraian kegiatan
|
10-10-2013
|
1.
Melakukan pengukuran antropometri tentang gizi
pada ibu hamil. Jumlah ibu hamil yang hadir 40 orang.
2.
Memberikan penyuluhan tentang gizi pada ibu
hamil yang harus dipenuhi selama kehamilan.
3.
Memberikan tablet Fe 7 tablet dan bubur kacang
hijau 1 kantong plastik.
|
17-10-2013
|
1.
Melakukan pengukuran ulang antropometri pada ibu hamil.
2.
Mencari penyebab tidak terjadi kenaikan BB pada
4 orang ibu hamil tersebut
3.
Melakukan wawancara untuk menggali masalah yang
menyebabkan ibu tersebut tidak mengalami kenaikan BB.
4.
Memberikan tablet Fe 7 tablet.
|
24-10-2013
|
1.
Melakukan pengukuran ulang antropometri pada
ibu hamil.
2.
Memberikan tablet e 14 tabletdan susu untuk ibu
hamil.
3.
Menganjurkan ibu untuk kontrol ulang 2 minggu
lagi.
|
2.3.3
CHECK
:
No
|
Tgl
|
Uraian kegiatan
|
hasil
|
1.
|
10-10-2013
|
1.
Melakukan pengukuran antropometri tentang gizi
pada ibu hamil. Jumlah ibu hamil yang hadir 40 orang.
2.
Memberikan penyuluhan tentang gizi pada ibu hamil
yang harus dipenuhi selama kehamilan.
3.
Memberikan tablet Fe 7 tablet dan bubur kacang
hijau 1 kantong plastik.
|
Terdapat ibu hamil dengan lila < 23,5 cm sebanyak 12
orang dengan BB <40kg sedangkan
lila ³ 23,5 cm
sebanyak 28 orang dengan BB ³ 45kg.
|
2.
|
17-10-2013
|
1.
Melakukan pengukuran ulang antropometri pada ibu hamil.
2.
Mencari penyebab tidak terjadi kenaikan BB pada
4 orang ibu hamil tersebut
3.
Melakukan wawancara untuk menggali masalah yang
menyebabkan ibu tersebut tidak mengalami kenaikan BB.
4.
Memberikan tablet Fe 7 tablet.
|
1.
Terdapat ibu hamil yang mengalami kenaikan BB
sebanyak 8 orang dengan kenaikan BB ± 1-1,5
kg.
Dan
jumlah ibu hamil yang tidak mengalami kenaikan BB sebanyak 4 orang.
2.
–
3.
Yang mempengaruhi ibu tidak mengalami kenaikan
BB diantaranya :
· Penghasilan
suami yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan ibu.
· Psikologi
ibu yang terganggu.
|
3.
|
24-10-2013
|
1.
Melakukan pengukuran ulang antropometri pada
ibu hamil.
2.
Memberikan tablet e 14 tablet dan susu untuk
ibu hamil.
3.
Menganjurkan ibu untuk kontrol ulang 2 minggu
lagi.
|
1.
Dari ibu hamil yang minggu lalu tidak mengalami
kenaikan sampai sekarang berjumlah 3
orang.
2.
Ibu menyepakati untuk menghabiskan tablet Fe
selama 2 minggu, menambah berat badan ± 2-3 kg.
3.
Ibu menyepakati kontrol ulang 2 minggu lagi
tepatnya tanggal 7-11-2013.
|
Penyuluhan yang
diberikan :
kurang
berhasil karena masyarakat kurang koperatif tentang adanya penyuluhan yang di
adakan untuk pemenuhan gizi ibu hamil.
2.3.4
ACTION
:
1. Melakukan
pendekatan pada ibu hamil yang terkena KEK untuk mengetahui masalah yang
menyebabkan ibu tersebut mengalami KEK.
2. Melakukan
penyuluhan langsung pada ibu hamil yang terkena KEK d rumah ibu hamil.
3. Menganjurkan
ibu untuk menanyakan menanyakan segala sesuatu yang ibu ingin ketahui tentang
gizi untuk ibu hamil pada petugas kesehatan.
Penyusun :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar