Sabtu, 19 Oktober 2013

Pemecahan masalah menggunakan siklus PDCA

PEMECAHAN MASALAH MENGGUNAKAN SIKLUS PDCA



DI SUSUN OLEH :
1.   NOVIA YUNITA S.          (11.14.)
2.   IMANIAR TRI H.            (11.14.)
3.   FRISCA SANDRA D.      (11.14.1007)


AKADEMI KEBIDANAN GRIYA HUSADA
SURABAYA
2013


Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas hidayah dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah Mutu Pelayanan Kebidanan, yang disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah Mutu Pelayanan Kebidanan
Oleh sebab itu penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sampai terselesaikannya penyusunan makalah ini.Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
  1. Ibu Sugiarti, SKM.,M.Kes,  Selaku Direktur Akademi Kebidanan Griya Husada.
  2. Ibu Henny Juaria,M.Kes, selaku dosen pembimbing mata kuliah Mutu Pelayanan Kebidanan
Harapan penulis semoga makalah ini berguna bagi mahasiswi AKBID GRIYA HUSADA pada umumnya, dan bagi penulis sendiri dalam membekali diri sebagai seorang bidan. Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini banyak kekurangan dan kekeliruan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak.
.



Surabaya, 7 Oktober 2013

Penulis






BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil yang ditandai dengan lingkar lengan atas < 23,5  cm adalah salah satu masalah gizi  nasional yang selalu mendapat prioritas atau perhatian karena selain prevalensinya masih tinggi dan bersifat fenomena gunung es (ice hild fenomena) juga memberikan dampak tingginya prevalensi bayi lahir  rendah, bayi lahir premature (tidak cukup bulan), bahkan mengakibatkan tingginya kematian neonatal,  neonatal dan kematian ibu, sedangkan bayi berat badan lahir rendah.
Menurut data WHO, sebanyak 99 persen kematian ibu akibat masalah persalinan atau kelahiran terjadi di negara-negara berkembang. Rasio kematian ibu di negara-negara berkembang merupakan yang tertinggi dengan 450 kematian ibu per 100 ribu kelahiran bayi hidup jika dibandingkan dengan rasio kematian ibu di sembilan negara maju dan 51 negara persemakmuran.
        (WHO, 2011)

Disparitas kematian ibu antar wilayah di Indonesia masih cukup besar dan masih relatif labstraction. abstraction. Lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara anggota ASEAN misalnya resiko kematian ibu karena melahirkan di Indonesia adalah 1 dari 65, dibandingkan dengan 1 dari 1.100 di Thailand. Pada tahun 2002 angka kematian ibu (AKI) di Indonesia angka 307 per 100.000 kelahiran hidup. Dari lima juta kelahiran yang terjadi di Indonesia setiap tahunnya, diperkirakan 20.000 ibu meninggal akibat komplikasi kehamilan atau persalinan. (Yulia, 2009)
Di Indonesia banyak terjadi kasus KEK (Kekurangan Energi Kronis) terutama yang kemungkinan disebabkan karena adanya ketidak seimbangan asupan gizi, sehingga zat gizi yang dibutuhkan tubuh tidak tercukupi. Hal tersebut mengakibatkan pertumbuhan tubuh baik fisik ataupun mental tidak sempurna seperti yang seharusnya. Banyak anak yang bertubuh sangat kurus akibat kekurangan gizi atau sering disebut gizi buruk. Jika sudah terlalu lama maka akan terjadi Kekurangan Energi Kronik (KEK). Hal tersebut sangat memprihatinkan, mengingat Indonesia adalah negara yang kaya akan SDA (sumber daya alam).
     (Chinue, 2009)

Berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari Puskesmas Dukuh Pakis Surabaya. Yang menderita KEK pada ibu hamil terdapat sebanyak 134 orang pada tahun 2011 dan kemudian pada tahun 2012 mulai bulan januari sampai bulan maret sebanyak 50 orang jadi jumlah keseluruhan sebanyak 184 orang.
   (Puskesmas Dukuh Pakis 2011)

Berdasarkan uraian di atas penelliti sangat tertarik untuk meneliti penyebab terjadinya KEK pada ibu hamil dan merencanakan cara mengatasi KEK pada ibu hamil terutama pada ibu hamil trimester I dan II.

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah dikemukakan sebagai berikut:
a.      Bagaimana konsep dasar PDCA ?
b.     Bagaimana cara menanggulangi kasus KEK pada ibu hamil di wilayah Dukuh Pakis Surabaya?

1.3  Tujuan Penelitian
a.      Mengetahui konsep dasar PDCA
b.     Mengetahui cara menanggulangi kasus KEK pada ibu hamil di wilayah Dukuh Pakis Surabaya.







BAB 2
PEMBAHASAN

2.1  Konsep Dasar PDCA
            Konsep siklus PDCA pertama kali diperkenalkan oleh Walter Shewhart pada tahun 1930 yang disebut dengan “Shewhart cycle“. PDCA, singkatan bahasa Inggris dari "Plan, Do, Check, Act" ("Rencanakan, Kerjakan, Cek, Tindak lanjuti"), adalah suatu proses pemecahan masalah empat langkah interatif yang umum digunakan dalam pengendalian kualitas. Selanjutnya konsep ini dikembangkan oleh Dr. Walter Edwards Deming yang kemudian dikenal dengan ” The Deming Wheel”(Tjitro, 2009)
          PDCA merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari perencanaan kerja, pelaksanaan kerja, pengawasan kerja dan perbaikan kerja yang dilakukan terus menerus dan berkesinambungan mutu pelayanan. Siklus PDCA digunakan dalam pelayanan kesehatan untuk penyelesaian masalah dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Secara sederhana siklus PDCA dapat digambarkan sebagai berikut :

          Siklus PDCA terdiri dari empat tahapan, yaitu:
   1. Perencanaan ( Plan )
          Tahapan pertama adalah membuat suatu perencanaan. Perencanaan merupakan suatu upaya menjabarkan cara penyelesaian masalah yang ditetapkan ke dalam unsur-unsur rencana yang lengkap serta saling terkait dan terpadu sehingga dapat dipakaisebagai pedoman dalam melaksanaan cara penyelesaian masalah. Hasil akhir yang dicapai dari perencanaan adalah tersusunnya rencana kerja penyelesaian masalah mutu yang akan diselenggarakan.
Rencana kerja penyelesaian masalah mutu yang baik mengandung setidak-tidaknya tujuh unsur rencana yaitu:
a       Judul rencana kerja (topic),
b       Pernyataan tentang macam dan besarnya masalah mutu yang dihadapi (problem   statement),
c       Rumusan tujuan umum dan tujuan khusus, lengkap dengan target yang ingin dicapai (goal, objective, and target),
d       Kegiatan yang akan dilakukan (activities),
e       Organisasi dan susunan personalia pelaksana (organization and personnels)
f        Biaya yang diperlukan (budget)
g       Tolak ukur keberhasilan yang dipergunakan (milestone).

     2. Pelaksanaan ( Do )
            Tahapan kedua yang dilakukan ialah melaksanakan rencana yang telah disusun.  Pada tahap ini diperlukan suatu kerjasama dari para anggota dan pimpinan manajerial. Untuk dapat mencapai kerjasama yang baik, diperlukan keterampilan pokok manajerial, yaitu :
a       Keterampilan komunikasi (communication) untuk menimbulkan pengertian staf terhadap cara pentelesaian mutu yang akan dilaksanakan
b       Keterampilan motivasi (motivation) untuk mendorong staf bersedia menyelesaikan cara penyelesaian masalah mutu yang telah direncanakan
c       Keterampilan kepemimpinan (leadershif) untuk mengkordinasikan kegiatan cara penyelesaian masalah mutu yang dilaksanakan
d       Keterampilan pengarahan (directing) untuk mengarahkan kegiatan yang dilaksanakan.

      3. Pemeriksaan ( Check )
          Tahapan ketiga yang dilakukan ialah secara berkala memeriksa kemajuan dan hasil yang dicapai dan pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan. Tujuan dari pemeriksaan untuk mengetahui :
a       Sampai seberapa jauh pelaksanaan cara penyelesaian masalahnya telah sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan
b       Bagian mana kegiatan yang berjalan baik dan bagian mana yang belum berjalan dengan baik
c       Apakah sumberdaya yang dibutuhkan masih cukup tersedia
d       Apakah cara penyelesaian masalah yang sedang dilakukan memerlukan perbaikan
          Untuk dapat memeriksa pelaksanaan cara penyelesaian masalah, ada dua alat bantu yang sering dipergunakan yakni:
a       Lembaran pemeriksaan (check list)
Lembar pemeriksaan adalah suatu formulir yang digunakan untuk mencatat secara periodik setiap penyimpangan yang terjadi. Langkah pembuatan lembar pemeriksan adalah:
·       Tetapkan jenis penyimpangan yang diamati
·       Tetapkan jangka waktu pengamatan
·       Lakukan perhitungan penyimpangan

b       Peta kontrol (control diagram)
Peta kontrol adalahsuatu peta / grafik yang mengambarkan besarnya penyimpangan yang terjadi dalam kurun waktu tertentu. Peta kontrok dibuat bedasarkan lembar pemeriksaan. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pembuatan peta kontrol adalah :
·       Tetapkan garis penyimpangan minimum dan maksimum
·       Tentukan prosentase penyimpangan
·       Buat grafik penyimpangan
·       Nilai grafik

    4.  Perbaikan (Action)
Tahapan keempat yang dilakukan adalah melaksanaan perbaikan rencana kerja. Lakukanlah penyempurnaan rencana kerja atau bila perlu mempertimbangkan pemilihan dengan cara penyelesaian masalah lain. Untuk selanjutnya rencana kerja yang telah diperbaiki tersebut dilaksanakan kembali. Jangan lupa untuk memantau kemajuan serta hasil yang dicapai. Untuk kemudian tergantung dari kemajuan serta hasil tersebut, laksanakan tindakan yang sesuai.
Cara melakukan penilaian mutu pelayanan kebidanan
1.     Lihat daftar tilik
daftar tilik adalah suatu instrumen yang digunakan untuk mengukur sampai seberapa jauh pelayanan sesuai atau tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Berisi daftar kelengkapan sarana, pra sarana, pengetahuan, kompetensi teknis, persepsi klien, dsb.

2.     Lihat sasaran penilaian
a       Observasi : mengamati pada saat pelayanan
Observasi: suatu penyelidikan yg dijalankan secara sistematis & sengaja diadakan dgn menggunakan alat indra terutama mata terhadap kejadian-kejadian yg langsung (Bimo Walgito, 1987:54)
ü  dilakukan sesuai dgn tujuan yg telah dirumuskan lebih dulu.
ü  direncanakan secara sistematis.
ü  hasilnya dicatat & diolah sesuai dgn tujuannya.
ü  dpt diperiksa validitas, reliabilitas & ketelitiannya
ü  bersifat kwantitatif.

b       Wawancara : dengan diskusi, tanya jawab, cek pemahaman
Kartono (1980: 171) interview (wawancara) : suatu percakapan yg diarahkan pd suatu masalah ttt; ini merupakan proses tanya jawab lisan, dimana 2 orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik.
Dlm proses interview terdapat 2 pihak dgn kedudukan yg berbeda. pertama berfungsi sebagai penanya, disebut pula sebagai interviewer, lainnya berfungsi sebagai pemberi informasi (Information supplyer), interviewer atau informan.
Interviewer mengajukan pertanyaan-pertanyaan, meminta keterangan (penjelasan), sambil menilai jawaban-jawabannya. Sekaligus ia mengadakan paraphrase (menyatakan kembali isi jawaban interviewee dgn kata-kata lain), mengingat-ingat & mencatat jawaban-jawaban. Disamping itu dia juga menggali keterangan-keterangan lebih lanjut & berusaha melakukan “probing” (rangsangan, dorongan) .

c       Dokumen : sebuah tulisan yg memuat informasi. Biasanya, dokumen ditulis di kertas & informasinya ditulis memakai tinta baik memakai tangan atau memakai media elektronik. melihat kelengkapan dokumen rekam medik, register, buku catatan.

2.2 Konsep Dasar KEK
Empat masalah gizi utama di Indonesia yaitu Kekurangan Energi Kronik (KEK), Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), Kekurangan Vitamin A (KVA), dan Anemia Gizi Besi (AGB). Salah satu golongan rawan gizi yang menjadi sasaran program adalah remaja, karena biasanya pada remaja sering terjadi masalah anemia, defisiensi besi dan kelebihan atau kekurangan berat badan. Tahun 2004 37% balita (bawah lima tahun/bayi) kekurangan berat badan (28% kekurangan berat badan sedang dan 9% kekurangan berat badan akut (a llitle beat confused about it) (sumber Susenas 2004). Pemerintah mempunyai program makanan tambahan sehingga perempuan dan anak-anak yang terdeteksi memiliki berat badan kurang akan diberi makanan tambahan dan saran ketika mereka dating ke puskesmas untuk memantau pertumbuhan.
Di Indonesia banyak terjadi kasus KEK (Kekurangan Energi Kronis) terutama yang kemungkinan disebabkan karena adanya ketidak seimbangan asupan gizi, sehingga zat gizi yang dibutuhkan tubuh tidak tercukupi. Hal tersebut mengakibatkan perumbuhan tubuh baik fisik ataupun mental tidak sempurna seperti yang seharusnya. Banyak anak yang bertubuh sangat kurus akibat kekurangan gizi atau sering disebut gizi buruk. Jika sudah terlalu lama maka akan terjadi Kekurangan Energi Kronik (KEK). Hal tersebut sangat memprihatinkan, mengingat Indonesia adalah negara yang kaya akan SDA (Sumber Daya Alam).
Dengan alasan itulah penulis memilih judul makalah “Fenomena Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Indonesia”. Dan juga agar lebih mengetahui fenomena KEK itu sendiri juga dapat mencegah terjangkitnya gangguan gizi tersebut.
2.3 Penerapan pendekatan PDCA pada Penyuluhan KEK pada Ibu Hamil
2.3.1   PLAN
1.   Judul Rencana
Upaya untuk menangani masalah KEK pada ibu hamil di Puskesmas Dukuh Pakis
           
2.   Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah dikemukakan sebagai berikut:
a.      Apa yang di maksud dengan KEK ?
b.     Siapa saja yang menjadi sasaran penyuluhan KEK ini ?
c.      Dimana penyuluhan tentang KEK ini dilakukan ?
d.     Bagaimana upaya yang dilakukan untuk menangani masalah KEK tersebut?

3.            Tujuan Penelitian
Mengetahui cara menanggulangi kasus KEK pada ibu hamil di wilayah Dukuh Pakis Surabaya.

4. Uraian Kegiatan
1. Pengukuran Antropometri pada ibu hamil.
Untuk mengetahui status gizi ibu hamil perlu dilakukan pengukuran antropometri seperti pengukuran LILA, BB, TB, dan IMT.
2. Penyuluhan  mengenai KEK dan faktor yang mempengaruhinya serta bagaimana menanggulanginya.
3. PMT pada Bumil
Kondisi KEK pada ibu hamil harus segera di tindak lanjuti sebelum usia kehamilan mencapai 16 minggu. Pemberian makanan tambahan yang Tinggi Kalori dan Tinggi Protein dan dipadukan dengan penerapan Porsi Kecil tapi Sering, pada faktanya memang berhasil menekan angka kejadian BBLR di Indonesia. Penambahan 200 – 450 Kalori dan 12 – 20 gram protein dari kebutuhan ibu adalah angka yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan gizi janin.
4. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi tablet Fe selama hamil.
         Kebutuhan bumil terhadap energi, vitamin maupun mineral meningkat sesuai dengan perubahan fisiologis ibu terutama pada akhir trimester kedua dimana terjadi proses hemodelusi yang menyebabkan terjadinya peningkatan volume darah dan mempengaruhi konsentrasi hemoglobin darah.
          Pada keadaan normal hal tersebut dapat diatasi dengan pemberian tablet besi, akan tetapi pada keadaan gizi kurang bukan saja membutuhkan suplemen energi juga membutuhkan suplemen vitamin dan zat besi. Keperluan yang meningkat pada masa kehamilan, rendahnya asupan protein hewani serta tingginya konsumsi serat / kandungan fitat dari tumbuh-tumbuhan serta protein nabati merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya anemia besi.

5. Kriteria
1. Kenaikan LILA ibu hamil
LILA dimaksudkan untuk mengetahui apakah seseorang menderita Kurang Energi Kronis. Ambang batas LILA WUS dengan risiko KEK di Indonesia adalah 23.5 cm. Apabila ukuran kurang dari 23.5 cm atau dibagian merah pita LILA, artinya wanita tersebut mempunyai risiko KEK, dan diperkirakan akan melahirkan berat bayi lahir rendah 
2. Kenaikan BB ibu hamil
Dengan berbekal beberapa rumus ideal tentang berat badan, saya (penulis) dapat kembangkan menjadi rumus berat badan ideal untuk ibu hamil yaitu sebagai berikut : Dimana penjelasannya adalah BBIH adalah Berat Badan Ideal Ibu Hamil yang akan dicari. BBI = ( TB – 110) jika TB diatas 160 cm (TB – 105 ) jika TB dibawah 160 cm. 

6. Waktu
Rencana
Bulan Oktober
1
2
3
4
1.Melakukan pemeriksaan pada ibu hamil, memberikan penyuluhan tentang gizi pada ibu hamil dan memberikan tablet Fe pada ibu hamil




2. Mengevaluasi kembali tentang penyuluhan yang diberikan dan gizi ibu hamil.




3. Mencari penyebab ibu hamil yang tidak mengalami kenaikan BB




4. Memberikan tablet Fe dan susu pada ibu hamil juga menyepakati untuk melakukan kunjungan sesuai jadwal.









7. Pelaksana
Susunan Organisasi
                        Kepala puskesmas                             
                                      
                       Kepala desa dukuh pakis
                                   
   Kepala RT 1 kepala RT 2    kepala RT 3
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   
Bidan 1: imaniar         bidan 2:friska             bidan 3:novia
Fungsi masing – masing organisasi
Kepala puskesmas : penanggung jawab terlaksananya kegiatan
Kepala desa : bertanggung jawab untuk mengumpulkan ibu hamil daerah dukuh pakis dengan bantuan kepala RT 1,2,3
Pelaksana :
1. Bidan Imaniar
2. Bidan Friska
3. Bidan Novia

                       
8. Uraian Biaya
No.
Uraian kebutuhan
jumlah
harga
1.
 Leaflet
45 lembar foto copy
@ Rp 150;
Rp 13.500;
2
1. Bubur kacang hijau

2. donat + lemper
1. 50 gelas
@ Rp 3000;
2. 50 kardus
@ 5000
Rp 150.000

Rp 250.000
3
Tablet FE
Pertemuan 1:7x40=280
Pertemuan 2:7x40=280
Pertemuan 3:14x 40=560
Jumlah           : 1.120 tablet
Rp 752.000
4
Susu ibu hamil
45 box
Sponsor

Jumlah

Rp 1.135.000
                  
                                                        
2.3.2   DO :
Tgl
Uraian kegiatan
10-10-2013
1.     Melakukan pengukuran antropometri tentang gizi pada ibu hamil. Jumlah ibu hamil yang hadir 40 orang.
2.     Memberikan penyuluhan tentang gizi pada ibu hamil yang harus dipenuhi selama kehamilan.
3.     Memberikan tablet Fe 7 tablet dan bubur kacang hijau 1 kantong plastik.
17-10-2013
1.     Melakukan pengukuran ulang antropometri  pada ibu hamil.
2.     Mencari penyebab tidak terjadi kenaikan BB pada 4 orang ibu hamil tersebut
3.     Melakukan wawancara untuk menggali masalah yang menyebabkan ibu tersebut tidak mengalami kenaikan BB.
4.     Memberikan tablet Fe 7 tablet.
24-10-2013
1.     Melakukan pengukuran ulang antropometri pada ibu hamil.
2.     Memberikan tablet e 14 tabletdan susu untuk ibu hamil.
3.     Menganjurkan ibu untuk kontrol ulang 2 minggu lagi.


2.3.3   CHECK :
No
Tgl
Uraian kegiatan
hasil
1.
10-10-2013
1.     Melakukan pengukuran antropometri tentang gizi pada ibu hamil. Jumlah ibu hamil yang hadir 40 orang.
2.     Memberikan penyuluhan tentang gizi pada ibu hamil yang harus dipenuhi selama kehamilan.
3.     Memberikan tablet Fe 7 tablet dan bubur kacang hijau 1 kantong plastik.

Terdapat ibu hamil dengan lila < 23,5 cm sebanyak 12 orang dengan BB <40kg  sedangkan lila ³ 23,5 cm sebanyak 28 orang dengan BB ³ 45kg.
2.
17-10-2013
1.     Melakukan pengukuran ulang antropometri  pada ibu hamil.







2.     Mencari penyebab tidak terjadi kenaikan BB pada 4 orang ibu hamil tersebut
3.     Melakukan wawancara untuk menggali masalah yang menyebabkan ibu tersebut tidak mengalami kenaikan BB.






4.     Memberikan tablet Fe 7 tablet.
1.     Terdapat ibu hamil yang mengalami kenaikan BB sebanyak 8 orang dengan kenaikan BB ± 1-1,5 kg.
Dan jumlah ibu hamil yang tidak mengalami kenaikan BB sebanyak 4 orang.
2.    


3.     Yang mempengaruhi ibu tidak mengalami kenaikan BB diantaranya :
·     Penghasilan suami yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan ibu.
·     Psikologi ibu yang terganggu.
3.
24-10-2013
1.     Melakukan pengukuran ulang antropometri pada ibu hamil.



2.     Memberikan tablet e 14 tablet dan susu untuk ibu hamil.



3.     Menganjurkan ibu untuk kontrol ulang 2 minggu lagi.
1.     Dari ibu hamil yang minggu lalu tidak mengalami kenaikan  sampai sekarang berjumlah 3 orang.
2.     Ibu menyepakati untuk menghabiskan tablet Fe selama 2 minggu, menambah berat badan ± 2-3 kg.
3.     Ibu menyepakati kontrol ulang 2 minggu lagi tepatnya tanggal 7-11-2013.
                        
Penyuluhan yang diberikan :
kurang berhasil karena masyarakat kurang koperatif tentang adanya penyuluhan yang di adakan untuk pemenuhan gizi ibu hamil.

2.3.4   ACTION :
1.     Melakukan pendekatan pada ibu hamil yang terkena KEK untuk mengetahui masalah yang menyebabkan ibu tersebut mengalami KEK.
2.     Melakukan penyuluhan langsung pada ibu hamil yang terkena KEK d rumah ibu hamil.
3.     Menganjurkan ibu untuk menanyakan menanyakan segala sesuatu yang ibu ingin ketahui tentang gizi untuk ibu hamil pada petugas kesehatan.

Penyusun :